Selasa, 15 Januari 2013

Komponen Dalam Desain Lansekap

Dalam desain lansekap ada 2 aspek yang dipertimbangkan yaitu fungsi dan estetika. Fungsi memberikan penekanan pada pemanfaatan dari benda atau elemen yang dirancang. Estetika ditekankan pada usaha menghasilkan suatu keindahan visual.
Unsur-unsur keindahan visual diperoleh melalui :
  • Garis
  • Bentuk
  • Tekstur
  • Warna
Garis
Garis adalah kumpulan beribu-ribu titik yang berhimpitan sehingga membentuk suatu coretan.
Tipe garis :

  • Garis vertikal
  • Garis horizontal
  • Garis Diagonal
  • Garis Lengkung
Masing-masing tipe garis mempuyai sifat, karakter, dan kesan yang berbeda.
Garis Vertikal
Bentuk-bentuk : tiang, pohon pinang, kelapa, cerobong asap, benda-benda yang meninggi
Kesan utama :
  • Memberikan aksentuasi pada ketinggian
  • Tegak dan gagah
  • Kaku, formal, tegas dan serius
Garis Horisontal
Kesan :
  • Bertambah lebar
  • Santai
  • Rileks
  • Tenang
Garis diagonal
Karakter :
  • Dinamis
  • Bergegas (tdk tenang)
  • Mendekatkan jarak dan sensasional
Garis Lengkung
Karakter :
  • Dinamis
  • Riang
  • Lembut
  • Memberi pengaruh gembira
Bidang
Jenis-jenis :
  • Segi empat
  • Segi tiga
  • Bulat
  • Trapesium
  • Bentuk bebas
Dilihat dari bentuknya : bidang yang padat (masif) dan bidang transparan
Tekstur : halus, sedang, kasar, sangat kasar.
Fungsi bidang : sebagai pembentuk ruangan
Bidang alas / dasar : tanah, lantai
Bidang pembatas / dinding : pasangan bata, punggung bukit, susunan pohon, semak
Bidang atap : atap, pergola, tajuk pohon.
Peranan Pembatas
  • Sebagai pemberi arah dan suasana
  • Sebagai penerang
  • Sebagai pengontrol
  • Sebagai penutup efektif
Bentuk pemagaran dan penutupan
  • Dinding
  • Pagar
  • Bentukan tanah
Ruang
Ruang adalah suatu kerangka atau wadah di mana objek dan kejadian tertentu berada.
Pembatas Ruang :
  • Lantai
  • Dinding
  • Atap
Batasan Ruang :
  • Tinggi di atas mata, sebagai perlindungan
  • Tinggi sebatas dada, untuk membentuk ruang paling terasa
  • Tinggi sebatas pinggang, pengatur lalulintas, pengatur sirkulasi.
  • Tinggi sebatas lutut, sebagai pola pengarah
  • Tinggi sebatas telapak kaki, sebagai penutup tanah
Secara garis besar dalam desain lansekap ada beberapa tahapan antara lain :
  1. Penetapan Tujuan, Sasaran dan Gagasan awal dari rancangan lansekap yang hendak dicapai. Gagasan dari segi fungsi, bentuk, estetika dan teknologi.
  2. Survei dan pengamatan karakteristik tapak, penilaian keinginan internal-eksternal, studi banding, pengamatan lingkungan dan program kegiatan tapak.
  3. Penelaahan konsep ruang luar, baik secara makro maupun mikro (spatial) dan konsep utilitas serta konsep pendukung lainnya.
  4. Melakukan analisis tapak (mengkosolidasikan antara kebutuhan dan hasil pengamatan karakteristik tapak) menuju program rencana skematik.
  5. Aplikasi konsep ke dalam bentuk 3 dimensi dengan berbagai pertimbangan, yakni Komponen Desain.
  6. Pembuatan gambar pelaksanaan kerja, sketsa, maket presentasi, dokumen lelang dan dokumen pelaksanaan.
Komponen Dalam Desain Lanskap

0 komentar:

Poskan Komentar